Jadwal Elfara Juni 2008
- Event reguler
: Bale Barong On The Air, every Sunday at 10pm-12pm ; Bale Barong cafe, JL. Panglima Sudirman 83 Malang
- Event reguler : Flamers Party at 10pm - 12pm : The Flame Executive Club, Jl. Pasar Besar Malang
- Flame cafe u/ bulan Juni : (1)Friday, june 20, 2008 at 10.00pm-12.00am,
(2) Monday, June 30, 2008
- OB Van On Air : Saturday June 14, 2008 at 6.00pm-7.00pm
Kelenger Burger Jl. Sukarno Hatta Malang
- Elfara Nongkrong with U Mild : Saturday June 14, 2008 at 10.00pm-12.00am
 
 
Movie News
 

MAY

Pemain: Jenny Chang, Yama Carlos, Jajang C Noer, Lukman Sardi, Niniek L Karim, Tutie Kirana, Ria Irawan

Tragedi kerusuhan 13 Mei 1998 di Jakarta yang menyisakan kesedihan dan lara di hati orang yang mengalaminya mengilhami sejumlah insan film yang mengangkatnya ke layar lebar dalam film MAY. Film produksi Flix Pictures yang sebelumnya menggarap DEALOVA (2005) ini berkisah tentang cinta dengan latar belakang kesaksian atas peristiwa kelam Mei 1998.
Dengan alur maju mundur, sang sutradara Viva Westi menggambarkan kisah cinta May dan Antares. May (Jenny Chang) adalah putri Cik Bing (Tutie Kirana) penjual mi ayam di kawasan Glodok, Jakarta Utara. Sedangkan Antares (Yama Carlos) adalah laki-laki pribumi berprofesi sutradara dokumenter. Perbedaan warna kulit tak menghalangi kisah cinta mereka.
Nasib sial dialami May tepat di hari berdarah itu. Pada hari naas itu, May pergi untuk mengikuti casting, seharusnya Antares mengantarnya. Antares yang pernah berjanji akan selalu ada untuk May, tak bisa dihubungi saat itu. Antares sedang sibuk syuting film dokumenter, adegan wawancara aktivis. Dia tidak bisa menjemput meski May sudah sangat ketakutan dan menangis di tengah kerusuhan yang semakin mengerikan.
May hanya menangis saat ditemukan oleh seorang jurnalis asing, Raymond (Andre Peter). May bertelanjang dada dan sedang meringkuk di sebuah sudut gelap bangunan tua. Ia menurut saja ketika dibawa Raymond ke Malaysia dan menjadi penyanyi kafe di sana.
Nasib sang bunda pun tak kalah mengenaskan. Cik Bing terpaksa melepas rumah mereka demi selembar tiket menuju Malaysia. Gandang (Lukman Sardi) hanya seorang buruh cuci di hotel. Dialah yang menjual tiket ke Malaysia kepada Cik Bing, melalui temannya.
Sepuluh tahun berlalu, mereka menjalani hidup masing-masing. Antares telah menjadi salah satu pengikut Harriandja yang menjadi tim sukses para politikus, sampai ke Malaysia.
Gandang telah menjadi pengusaha laundry yang sukses di Yogyakarta. Namun rasa bersalah membawa Gandang mencari Cik Bing, membawa Cik Bing kembali ke Indonesia dan mengembalikan rumahnya, meskipun tanpa May.
Gandang bertemu dengan Cik Bing di kedai kopi tiam di Malaka. Sedangkan Antares bertemu dengan May di sebuah pub di Kuala Lumpur. Sementara itu, Raymond juga muncul bersama Tristan, bocah berumur sembilan tahun yang dulu lahir dari rahim May.
Alur cerita film yang ditulis oleh Dirmawan Hatta ini yang tidak seperti umumnya film Indonesia, mengajak penonton melompat-lompat antara masa kini dan sepuluh tahun lalu, membuat film berdurasi 105 menit ini "penuh misteri".
Suasana kerusuhan digambarkan dengan sangat baik, tak terlalu gamblang sehingga hasilnya tak kontroversial. Fokusnya pun bukan kekerasan atau penghancuran, namun efek psikologis yang dialami korban kerusuhan.
Meski ada beberapa hal yang mengganjal, seperti larinya Cik Bing ke Malaysia, padahal umumnya etnis Tionghoa saat itu mengungsi ke Singapura, namun film yang mengambil syuting di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Kuala Lumpur, Malaka, dan genting Highland ini sangat menyentuh. Dan meski sang penulis dan sutradara bersikukuh film ini murni fiksi, tapi tak menutup kemungkinan ada banyak May dan Cik Bing di luar sana. (elfara93fm)

KUNG FU PANDA

Pemain: Jack Black, Dustin Hoffman, Jackie Chan, Ian McShane, Lucy Liu.

Po (Jack Black) adalah seekor panda yang terobsesi menjadi pendekar kung fu pembela kebenaran seperti dalam kisah-kisah klasik Cina. Sayangnya, bekerja pada restoran mi di kota kecil tempat Po tinggal tidak banyak membantu obsesi Po ini.
Namun siapa sangka bahwa sejarah akan segera berubah. Master Oogway (Randall Duk Kim) memberi tahu Master Shifu (Dustin Hoffman) bahwa ia melihat pertanda bahwa seorang pendekar jahat bernama Tai Lung (Ian McShane) berhasil meloloskan diri dari penjara dan saatnya telah tiba untuk memenuhi ramalan kuno bahwa seorang Pendekar Naga akan datang untuk mengalahkan Tai Lung. Namun sampai saat itu belum ada seorang pun yang cocok dengan ramalan tersebut.
Akhirnya Master Oogway dan Master Shifu berencana untuk memilih calon Pendekar Naga ini dari warga sekitar tempat itu. Hari pemilihan pun ditentukan. Semua orang datang berbondong-bondong untuk menyaksikan pemilihan ini. Po yang sangat tergila-gila pada kung fu pun tak melewatkan kejadian besar ini.
Sesampainya di sana, Po terlambat dan tak diijinkan masuk. Dengan segala macam cara Po berusaha masuk untuk melihat kejadian penting ini. Dan tak disangka-sangka, ternyata Master Oogway memilih Po sebagai calon Pendekar Naga yang akan menyelamatkan negeri mereka dari kehancuran.
Master Shifu dan kelima muridnya, Tigress (Angelina Jolie), Crane (David Cross), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu) dan Monkey (Jackie Chan) menganggap bahwa Master Oogway telah salah pilih karena tak mungkin Po adalah Pendekar Naga yang ada dalam ramalan kuno itu. Po bahkan sama sekali tak bisa kung fu. Bagaimana mungkin ia mengalahkan Tai Lung. Namun Master Oogway bersikeras bahwa ia tak mungkin salah pilih.
Film ini bisa jadi adalah film animasi yang tidak hanya bisa dinikmati anak-anak. Walaupun ide cerita masih tak jauh dari film-film kung fu klasik era Bruce Lee, namun kehadiran Dustin Hofman dan Jack Black mampu membawa suasana segar dalam humor-humor mereka.
Action yang disuguhkan pun bisa dibilang memukau. Koreografi kung fu yang disajikan mengingatkan pada karya-karya Yuen Wo-ping yang legendaris itu.
Sayangnya penampilan Po yang disuarakan oleh Jack Black justru sedikit tenggelam saat beradu akting dengan Shifu yang suaranya diisi oleh Dustin Hofman. Tapi secara keseluruhan suara pengisi yang dibawakan oleh aktor dan aktris papan atas Hollywood ini cukup menyatu dengan karakter animasi mereka.
Satu yang bisa digaris bawahi mungkin adalah bahwa penampilan Jack Black justru lebih bagus saat mengisi suara bila dibanding saat ia membintangi film non animasi. (kpl/roc)

 

source: www.kapanlagi.com
     
 
ur inspiration     please enjoy ur radio online
 
 
E-Home | E-Crew | E-Profile | E-Crew | E-Event | E-Gallery | E-News | E-Programs | E-OB | E-Contact Us
 
 
 
Copyright©2008 www.93elfarafm.com / design by indonet subnet surabaya